Pemilik rumah menghabiskan $250 juta setiap tahun untuk alat pembersih udara. Penderita asma dan alergi mendorong sebagian besar pengeluaran tersebut. Tapi pasarnya kebanjiran. Pengujian menunjukkan banyak unit tidak melakukan apa pun. Beberapa bahkan mungkin memperburuk keadaan.
Udara dalam ruangan seringkali lebih kotor dibandingkan udara luar. Mengapa? Sebuah rumah memerangkap kontaminan. Kelembapan menimbulkan jamur. Jamur melepaskan spora. Sistem HVAC udara paksa mengalirkan debu dan bakteri melalui ventilasi. Hewan peliharaan mengalami kerontokan bulu. Mereka melepaskan bulu. Perokok memasukkan racun langsung ke udara. Serbuk sari masuk melalui jendela yang terbuka. Itu terjebak di karpet. Itu menempel pada jok.
Dampaknya adalah konsentrasi polutan di dalam ruangan. Untuk orang dewasa yang sehat, hal ini biasanya dapat diatasi. Untuk anak-anak? Tidak terlalu banyak. Orang yang mengalami gangguan pernafasan akan langsung merasakan dampaknya. Menurunkan tingkat kontaminan membantu. Alat pembersih udara adalah salah satu alat untuk mencapai hal ini. Tapi yang mana?
Kita perlu melihat lima tipe dasar pembersih udara yang tersedia saat ini. Tidak semua pembersih udara diciptakan sama. Beberapa menggunakan filter. Beberapa menggunakan ion. Ada pula yang menggunakan sinar UV. Setiap metode memiliki pro dan kontra. Memahami teknologi ini adalah langkah pertama menuju udara yang lebih bersih. Anda tidak perlu menebak. Anda perlu tahu apa yang berhasil.




















